Kamis, 21 Februari 2013

Cinta ku bersemi di MayasariBhakti


Pada malam minggu, malam yang sangat kelabu bagi gue dan jomblo lain. Namun malam minggu itu tidak terlalu kelam dibanding malam minggu sebelumnya. Malam itu gue sedang dalam perjalanan menuju rumah saudara gue yang terletak di daerah Rawamangun Jakarta timur. Gue pergi kesana menggunakan angkutan umum. Pertama gue naek kereta dari stasiun Depok, lalu gue turun di stasiun Cawang. Padahal biasanya gue turun di stasiun manggarai dan tinggal naek busway, tapi kali ini gue mau mencari sesuatu yang berbeda, gue mencoba naek bus MayasariBhakti dari stasiun Cawang.
Cukup lama gue menunggu kedatangan bus yang gue tunggu, sampai kira-kira 1 setengah jam kemudian baru gue bisa naek bus tersebut, dan tentu saja dengan berdesak-desakan. Didalam bus gue hanya mendengarkan lagu yang gue pasang dari HP gue dengan menggunakan earphone. Gue berpegangan pada besi yang ada didalam bus, dan menikmati angin malam kota Jakarta. Karena saat itu gue berdiri di depan pintu belakang. Sungguh butuh perjuangan untuk bisa berdiri dan bertahan dalam kerumunan manusia yang sangat banyak didalam suatu ruangan terbatas, semua yang didalam bus tersebut berebut menghirup nafas agar bisa bertahan hidup, suasana dalam bis sangat panas dan sangat bau asem, mungkin karena keringat para penumpang yang baru saja pulang kerja, atau pulang kuliah, dan sangat disayangkan bus tersebut tidak ada ACnya, yang membuat para penumpang kegerahan dan berusaha menghirup nafas sebisanya.
Malam minggu itu sungguh sangat ramai kota Jakarta, terdengar gema takbir berkumandang dimana-mana, karena kebetulan malam minggu itu juga malam takbir Idul Adha 1433 H. bus yang gue naiki sudah sampai didaerah Uki, saat di daerah itu penumpang sudah berkurang cukup banyak, sampai gue bisa duduk, dan pada saat di Uki juga ada seorang penumpang yang mengalihkan pandangan gue, seorang perempuan berseragam SMA yang sangat cantik. Dia menengok kearah gue dan dia berdiri didepan tempat gue duduk. Karena gue kasian dengan dia akhirnya gue kasih tempat duduk gue untuk dia,

“Duduk disini aja, bentar lagi gue turun kok” kata gue. Padahal masih ada 40 menit lagi baru gue turun.
“ohh iya makasih yaa” jawab dia.

Dia langsung duduk di tempat duduk gue sebelumnya. Setelah duduk ternyata orang yang disamping dia berdiri karena ingin turun. Akhirnya gue duduk disamping dia, kita berdua masih sama-sama diam tanpa kata. Sampai pada akhirnya handphone dia masuk sebuah panggilan telpon yang cukup membuat berisik bus tersebut, telpon itu terus berdering karena dia tidak mengangkatnya. Dan dengan gaya gue yang sok asik kepada setiap orang, gak mandang dia siapa, dan gue kenal juga nggak. Gue bertanya.

“Kok gak diangkat?” Lalu dia menengok kearah gue dan bilang ke gue.
“tolong angkat donk, dan bilang kalo lu itu pacar gue” sambil dia menyodorkan Hp nya ke arah gue, setelah gue ambil Hp dia lalu gue mengangkat panggilan tersebut.

“Hallo!”
“ya hallo, siapa nih?” terdengar suara disebrang sana,
“Gue Fredy, ini siapa?” jawab gue.
“Fredy siapa? Kok hp si Sonya ada sama lu? Lu siapa nya sonya?” Tanya dia.
“Bilang ke dia kalo lu pacar gue” kata sonya kepada gue. Kembali gue jawab.
“gue cowoknya Sonya, lu siapanya Sonya?” jawab gue mantap.
“ohh jadi lu Pacarnya Sonya yang sekarang. Gapapa kok gue Cuma mantannya Sonya.” Jawab dia.
“mau apa lu hubungin sonya?”
“gapapa tadinya gue Cuma mau nanya ke dia soal pelajaran, tapi kayaknya timing nya gak tepat, sory deh kalo gue ganggu malam minggu dan malam takbiran kalian.” Gila mantannya Sonya kayaknya langsung takut setelah itu, ternyata gue berbakat buat jadi Pacar Orang bohong-bohongan. Setelah dia berbicara seperti itu panggilan itu langsung berakhir. Dan Hp itu gue kembalikan ke pemiliknya yang gue baru tau namanya setelah mantannya menyebut nama dia.

“nih Hp nya, tadi katanya mantan lu yang mau nanya soal pelajaran sama lu.” Sambil gue kasih Hp ke Sonya.
“iyaa makasih yaa, nama lu Fredy ya?” Tanya dia.
“iyaa nama lu Sonya ya?”
“iyaa, terus yang tadi nelpon gue itu mantan gue yang masih sangat berharap kalo gue mau balikan sama dia lagi.” Cerita dia ke gue.
“Loh kenapa gak balikan lagi aja? Dia kayaknya orang baik dan pinter deh, buktinya dia nanya pelajaran sekolah sama lu.” Jawab gue.
“yahh itu mah Spik dia aja. Padahal dia mau ngajak gue jalan malam ini, tapi gue males kalo jalan sama dia, soalnya matanya genit bener, tiap ada cewek pasti dipelototin. Padahal disamping dia ada gue, DASAR PLAYBOY” lanjut cerita dia.
“oiya lu turun dimana? Dan lu anak sekolah mana? Kayaknya gue baru tau nama sekolahan lu” Tanya dia ke gue. Yang kebetulan gue saat itu pake baju seragam sekolah gue.
“gue turun di jalan pemuda nanti, iyaa gue bukan anak sekolah Jakarta gue anak sekolah Depok.” Jawab gue.
“kelas berapa?” Tanya dia lagi.
“gue kelas 2” Jawab gue.
“wahh sama dong gue juga kelas 2” sahut dia.
“ohh iyaa, hati-hati di Jakarta lagi musim tauran, tar lu gak salah apa-apa dibacok lagi, Jakarta keras.”
“iya gue tau itu, gue juga bukan orang baru yang kenal Jakarta. Jakarta udah jadi kisah sejarah masa lalu gue.”
“ohh lu anak Jakarta juga dulunya.”
“iyaa, oh iyaa. Lu sekolah dimana? Kok jam segini baru pulang?” Tanya gue.
“gue sekolah di SMAN * (sensor)”
“ohh iya tau gue. Lu turun dimana?” Tanya gue lagi.
“gue turun di daerah Pisangan ntar.” Jawab dia.
“ohh masih lumayan lah”
“iyaa.”.
Tanpa disadari cuma kita berdua yang duduk di bangku belakang, ternyata sekarang bus sudah jauh lebih sepi, dibanding tadi gue baru naek. Setelah perbincangan tersebut kita berdua terdiam kembali. Gak lama kemudian ada sebuah kejadian yang sangat mengagetkan buat gue. Sonya cewek yang baru gue temui dan gue kenal di bus ini, tidur di pundak gue. Gue liat wajahnya sangat lelah sekali, mungkin karena kecapekan setelah menuntut ilmu. Gue pandangi muka Sonya dan ternyata benar, dia ini cewek yang cantik sekali. Sungguh bodoh mantan dia yang menyianyiakan cewek secantik ini. Setelah dekat dengan daerah turun dia, dia gue bangunkan dari tidurnya. Setelah beberapa kali gue mencoba bangunkan dia, akhirnya dia bangun juga. Dia mencoba mengumpulkan nyawa dia, dan gue memberi dia sebuah botol minum ke dia.

“bentar lagi nyampe di Pisangan nih, lu minum dulu nih,  biar agak seger”
“ohh iya makasih yah udah bangunin gue.”

setelah itu dia minum aer yang gue kasih. Dia masih terdiam memandangi motor dan mobil yang ada dijalanan ibu kota, setelah beberapa menit dan merasa nyawanya udah berkumpul banyak, kemudian dia ngomong ke gue.

“fred boleh minta nomer hp lu gak?” Tanya dia, yang membuat gue bahagia dan juga bingung, kita baru kenal dan baru ketemu beberapa menit yang lalu, tapi sudah seperti bertemu seminggu yang lalu.
“boleh kok.” Sambil gue sebutkan nomer hp gue.
“oke Thanks yaa buat hari ini, lu udah ngasih tempat duduk lu buat gue, dan tadi udah bantu gue buat ngangkat telpon dari mantan gue, nanti gue sms ke lu nomer gue.”
“Oke sip !” sambil gue mengangkat jempol tangan kanan gue.
“udah yaa, udah sampe Pisangan nih, dada, see yaa” sambil dia melambaikan tangan kearah gue.

Setelah itu dia turun, dan gue juga melambaikan tangan gue ke Sonya. Perjalanan gue di bus itu masih 5 menitan lagi sampai di tempat tujuan gue.
Sungguh malam minggu dan malam takbiran yang begitu indah, ditempat yang tak terlalu indah, yaitu bus mayasaribhakti yang penuh dengan orang-orang dan penuh dengan keringat yang bercucuran. Akhirnya setelah perjalan lumayan panjang dan melelahkan gue turun di tempat tujuan gue. Gue jalan dari tempat gue turun bus mayasaribhakti ke rumah sodara gue, niat gue ke rumah sodara gue adalah liburan dan refreshing. Gue sampai di rumah sodara gue pukul 20.30 wib.
Pada kira-kira pukul 21.10 ada sms masuk yang nomornya gak gue kenal, dan gue yakin itu pasti Sonya.
“haii Fredy, ini gue Sonya.” Sms sonya ke gue.
“ohh iya Sonya, hai juga.” Bales gue. “udah sampe belom?” Tanya Sonya.
“udah nih, gue udah dirumah sodara gue. Lu udah sampe?” Tanya gue balik.
“ohh bagus deh, gue udah sampe dari tadi kok, udah selesai mandi sama makan. Lu udah makan dan mandi belom?” Tanya gue.
“udah kok, baru aja selesai.” Jawab gue.
“besok ada acara gak?” Tanya dia.
“hmmp, gak ada deh kayaknya paling sholat ied doank. Emang kenapa?” “gue mau ngajak lu jalan.”
“ohh boleh tuh.” jawab gue sumringah.
“Jam berapa?” Tanya gue. “jam 10 bisa gak?”
“bisa kok,”
“oke besok lu gue jemput di jalan pemuda, jangan telat yaa, paling benci sama cowok ngaret.! Sampai ketemu besok, Have Nice Dream and good night my Prince” sungguh kaget gue dengan ketikan sms dia, dan sikap care dia ke gue. mungkin dia juga punya rasa yang sama seperti gue. Yaitu sama-sama punya rasa untuk menjalin hubungan yang lebih serius lagi.
“ok siip have nice dream and night too
J.” jawab gue.
Keesokan harinya setelah menyelesaikan kewajiban umat muslim menjalankan sholat ied, gue kembali kerumah sodara gue, dan bersiap untuk kencan pertama gue dan sonya. Gue sms sonya.

“selamat pagi Sonya
J udah sholat ied kan?”
“Pagii juga,
J udah kok ini lagi siap-siap sarapan daging rendang pake ketupat, J” jawab dia.
“wahh enak tuh, sama nih gue juga udah selesai sholat ied, sekarang lagi nonton tv aja sambil sarapan, jangan banyak-banyak makan daging tar gendut loh,” ledek gue ke Sonya.
“ihh gak mungkin lah gue gendut, gue kan sering olahraga, lagi juga jarang kok makan daging. Jangan lupa sama yang semalem yah?”
“semalem yang mana?” jawab gue pura-pura lupa.
“ishh fredy mah gitu sih pura-pura lupa, yaudah tar gak jadi aja deh.” Jawab dia yang pura-pura ngambek sama gue.
“hheeh, jangan ngambek donk cantik, bercanda doank kok, iyaa lah gue gak bakal lupa. Tenang aja.
J
“hehhe
J iyaa iyaa, yaudah gue makan dulu yaa. J
Setelah jam menunjukan pukul 09.15 gue langsung mencari pakaian yang sesuai untuk kencan pertama gue dengan sonya, atau biasa disebut anak muda sekarang Mix and Match. Tentunya gue gak bakal milih baju yang sembarangan, Setelah beberapa baju gue coba, pilihan gue jatuh kepada Panel kotak-kotak dengan celana jeans, dan sepatu Vans putih. Tanpa lupa tas selempang kecil kesayangan gue, pukul 09.25 gue jalan ke tempat Sonya bakal jemput gue, dia bilang dia bakal jemput gue di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Rawamangun yang masih berada di Jl. Pemuda., gue sampai disana pukul 09.50 setelah menunggu 7 menitan sonya datang, dan gue salut sama dia karena dia tepat janji. Sesampainya Sonya tanpa gue sadari langsung, gue baru sadar setelah dia negur gue

“Haii Fredy, udah lama yaa nunggunya?” tegur dia ke gue, gue baru sadar kalo itu Sonya setelah dia membuka helm yang dia gunakan.

“ohh hai, sonya, gak lama-lama banget sih, baru nih cewek yang gue suka karena tepat waktu” Puji gue ke Sonya.
“Lebay  deh lu, hahah,” Ledek Sonya dengan tawa.
“Ohh iya langsung aja yuk, nih bawa motor gue, bisa kan lu bawa motor?” ledek dia ke gue.
“Jangan sebut gue pria kalo gue gak bisa naek motor
J haha” jawab gue disertai tawa, dan sonya juga tertawa.
“yaudah yuk Cuss” kata Sonya.
“terserah lu mau bawa gue kemana, yang penting hari ini gue bisa have fun bareng lu.” Kata Sonya.
“Oke sip
J”.
Pertama Sonya gue ajak ke Gramedia Salemba,
“wihh mau nambah pengetahuan nih kayaknya, ke tempat yang beginian.”
“haha iyaa donk, sekalian gue kasih tau lu hobby gue,”
“ohh oke gapapa, tar gantian yaa.”
“Oke Sip”. Kita masuk ke Gramedia,
“terserah lu mau baca buku apa aja, cari aja yang udah dibuka segelnya, kalo ada buku yang mau lu beli bilang ke gue aja”
“oke
J eh tapi mulai sekarang kita gak usah ngomong ‘Lu Gue’ sebut nama aja atau aku kamu aja. Soalnya gue udah merasa cocok sama lu. Dan ada yang ganjel kalo ngomong lu gue sama lu.” Mendengar ucapan seperti itu, gue sungguh senang dan bahagia, karena ini type cewe gue banget, Agresif dan lepas pakem, anti mainstream, dan blak-blakan

“oke sip, gapapa kok.” Jawab gue.
“bener nih, gak ada yang marah kan?”
“gak kok, siapa yang mau marah emang?”
“yaa kali aja Fredy udah punya orang special.”
“gak kok, gak ada yang nempatin hati ini untuk saat ini, tapi gak tau deh kalo nanti sore, nanti sore mungkin ada yang nempatin hati ini.”
“jhiaahha, siapa tuh? Bukan Sonya kan?”
“yee GR aja deh, yaudah baca aja dulu buku yang mau dibaca.”
“yaudah deh, nih aku udah bawa bukunya,” dia menunjukan buku KambingJantan milik penulis favorit gue, Raditya Dika.
“wihh, bagus tuh bukunya, penulis Favorit aku tuh, bisa dibilang dia ketua remaja alay Indonesia, haha”
“hahha bener tuh” Sonya juga tertawa.

Setelah kurang lebih 2 setengah jam di toko buku Gramedia, kita akhirnya keluar toko buku tersebut, setelah membeli 1 buku inceran gue yaitu buku Marmut Merah Jambu dan Sonya pun juga membeli buku Manusia Setengah Salmon, dan melanjutkan ke sebuah tempat pusat perbelajaan.

“kamu laper gak Fred?” Tanya Sonya.
“iyaa nih, makan dulu yuk” ajak gue.
“okok kita makan di KFC aja yah”
“oke sip”.

Setelah memesan makanan, kita menunggu sekitar 10 menit, sambil menunggu ngobrol kesana-kemari, dan dari obrolan itu gue baru tau ternyata Sonya itu juga suka bola, bener-bener type gue banget!!. Setelah selesai makan kita berjalan-jalan di mall tersebut. Tanpa ragu gue gandeng tangan Sonya, ternyat Sonya gak menolak sama sekali.

“ihh Berani banget megang-megang tangan aku, kan kita Cuma temen, haha.” ledek sonya saat gue megang tangan dia.
“haha, gapapa kan? Kalo gak dipegangin tar kamu cakarin orang yang lewat lagi. Hahaha.” ledek gue.
“ihh” sonya nyubit pinggang gue,
“auww, sakit tau !” kata gue,
“biarin lagi ngeselin, emang aku binatang buas apa suka nyakarin orang.” Kata Sonya dengan masang muka melas.
“hahaha, bercanda kok Sayang.” Kata gue.
“ihh kamu tuh yaa, gak bisa ditebak, tar jail, tar romantis, tar lucu, tar ngeselin.” Kata Sonya.
“hahaha” gue Cuma bisa tertawa.
“tadi kan aku udah nemenin hoby kamu baca, sekarang gantian yaa, kamu nemenin hoby aku.”
“ohh yaudah, emang hoby kamu apaan? Sikap lilin sambil bilang WOW? Hahah” Ledek gue.
“jiahahha, gak lah, hoby aku Cuma satu kok, yaitu belanja. Biasa lah cewek, oh iyaa kamu harus sabar kalo aku lagi belanja, soalnya suka lama aku kalo belanja, hehe”
“iyaa aku temenin sampe selesai kok”.
Setelah muter-muter mall buat nemenin Sonya belanja, baju, celana, dll. Akhirnya sonya ngajak gue ke foodcourt, dia mesen es krim untuk gue dan dia.

“nih makan, bisa makan es krim kan kamu? Di Depok ada es krim gak? Gak ada kan? Haha” ledek Sonya ke gue.
“yee sotoy nih orang, di Depok malah ada es yang gak ada di Jakarta.”
“es apaan?” Tanya sonya penasaran.
“dihh KEPO deh kamu, hehe” ledek gue lagi, padahal gue lupa jawaban tebakan yang gue Tanya ke Sonya.
“ihh kamu mah, ngeselin bener sih,” sonya nyubit tangan gue.
“aku boleh ngomong sesuatu gak?”
“boleh kok, ngomong aja, aku udah tau apa yang mau kamu omongin.”
“apa coba?”. “tuh kan kamu Kepo juga, hahaha,” ledek sonya ke gue.
“yaudah ngomong aja, emang mau ngomong apa?”. Lanjut sonya.
“yaa aku tuh ngerasa aneh aja tiap deket kamu, dan pertama kali kita bertemu. Aku udah punya rasa beda sama kamu.” Omongan gue dipotong sama sonya.
“iyaa aku juga punya rasa yang sama, mulai sekarang kita jadian, dan pacaran yah
J” kata sonya.
Gue sungguh terkejut, mendengar sonya berbicara seperti itu, dan memang benar kalau itu lah yang ingin gue katakan sama dia. Sungguh type cewek idaman gue, blak-blakan dan anti mainstream.
“oke sip deh sayangku.” Sambil gue cium tangan sonya.
 “ih malu tau diliatin banyak orang.” Kata sonya yang mukanya merah.
“gapapa lagi. Gak salah ini kita. Love you my Princess” kata gue.
“Love you too my prince
J” setelah itu kita saling suap es krim, gue suapin sonya, dan begitu pun sonya sebaliknya.
“Yaudah kita pulang yuk udah sore nih.” Ajak sonya.
“yaudah ayok.” Kata gue.
Diperjalanan pulang gue bertanya ke sonya.

“say kamu gak takut kalo kita LDR (Long Distance Relationship)? Aku kan jarang ke Jakarta,” kata gue ke pacar gue (Sonya).
“gak kok say, kita pasti bisa, asal kita punya kepercayaan dan saling menngerti satu sama lain. Kamu di Depok nanti jangan nakal yah.”
“iyaa sayang, aku gak nakal kok. Kamu juga jangan nakal disini!”
“iyaa aku janji.” Kata Sonya.

Sesampainya dirumah sonya gue diajak masuk, dan gue langsung diperkenalkan sama kakak dan keluarganya, gue sangat kaget pada saat itu. Karena Sonya gak bilang ke gue kalo gue bakal dikenalin ke keluarganya. Disana ada orang tua sonya, kakak, dan adiknya. Setelah berkenalan dengan semuanya. Gue dipanggil sama kakaknya Sonya.

“dek kamu sini deh.” Panggil kakak Sonya ke gue.
“iyaa kenapa kak?”
“gini, kakak pengen kamu janji jangan pernah sakiti Sonya, sekali kamu nyakiti Sonya, jangan pernah munculin muka kamu didepan kakak, kakak ngomong begini bukan berarti kakak gak setuju hubungan kalian, kakak Cuma gak mau sonya sakit hati lagi gara-gara laki-laki. Sonya itu udah banyak sekali sakit hati sama laki-laki laen.” Kata kakak sonya ke gue.
“iyaa ka, aku janju kok”

Oh iya, kakak sonya itu cewek dan bernama Fanny dan dia baru lulus SMA tahun ini. Sekarang dia masih menganggur, katanya mau refreshing, setelah itu baru dia bakal ngelajutin studynya di Jogja.

Tanpa terasa adzan maghrib sudah berkumandang, setelah sholat berjamaah bareng keluarga Sonya.

Gue memutuskan untuk pamit, setelah pamit sama seluruh keluarga Sonya, gue diberikan kunci motor dan STNK.
“bawa aja biar kamu gak desek-desekan di bus mayasaribhakti.” Kata Sonya.
“ahh kamu bisa aja, aku masih bisa bertahan di kehidupan keras bus MayasariBhakti kok.”
“gak, aku gak mau kamu kecapekan gara-gara naek bus dan berdiri, kamu bawa motor aku aja nih.”
“yaudah deh.”
“aku pulang yahh, sampai jumpa besok.” Gue mencium kening sonya. Sonya mencium pipi gue. Dan gue pergi pulang kerumah sodara gue.
Sesampainya di rumah sodara gue, tante gue nanya,
“motor siapa itu kamu bawa?”
“punya temen tante, fredy disuruh bawa katanya”
“ohh yaudah, masukin kedalem aja, udah malem tar ilang aja.” kata tante gue.
Sungguh beruntung gue, punya tante yang pengertian, percaya, dan gak banyak nanya.
Setelah semalam penuh dari jam 9 malam sampai jam 2 pagi gue telponan sama Sonya, pagi harinya gue pergi kembali bareng Sonya, setelah menjemput Sonya dirumahnya. Dia mengajak gue buat ke rumah tante gue. Setelah sampai, gue kenalin Sonya ke tante dan om gue. Pada saat itu orang tua gue ada di Depok. Di rumah tante gue, gue dan Sonya menonton tv, Sonya ternyata bosen, akhirnya kita nyanyi bareng dengan gue maen gitar di depan rumah tante gue. Sonya sempet kaget gue bisa maen gitar.

“kamu bisa maen gitar?”
“iyaa bisa dikit, walaupun baru kunci dasar”
“ini pertama kalinya loh aku punya pacar yang bisa maen gitar.”
“aku juga pertama kalinya punya pacar yang cantik dan punya suara bagus.”
“gombal aja deh, nyayi apa nih kita? Kamu bisanya lagu apa?”
“Cuma lagu Peterpan sih, sama 2 lagu Avril Lavigne”
“yaudah kita nyanyi lagu itu aja.” kita pun nyanyi 3 lagu itu, dan gue meminjam Laptop om gue, buat internetan dan cari chord gitar lagu yang ingin Sonya nyanyikan, dia mau nyanyi lagu Seize The Day dari Avenged Sevenfold.

“wahhh kamu suka lagu metal juga yah?”
“gak kok aku Cuma suka Seize The day, So Far Away, sama Nightmare doank, kalo lagu dari Avenged Sevenfold.”
“aku juga fans berat Avenged Sevenfold loh.”
“masa sih? Kamu mah ikut-ikut aja.”
“siapa yang ikut-ikut? Nih liat koleksi lagu aku di Hp aku” gue kasih Hp gue ke Sonya.
“haha iya yah, mungkin kita emang udah cocok.”

Kita pun nyanyi beberapa lagu lagi, sampai sore hari Sonya baru gue anter pulang, setelah sampai dirumahnya gue langsung pamit, dan gue menolak untuk membawa kembali motor Sonya. Di karenakan besoknya gue bakal balik lagi ke Depok. Untungnya Sonya tidak marah sama gue, dia Cuma memberikan ciuman dipipi gue dan memeluk gue. Katanya supaya gak ada yang nempatin. Yasudah gue terima saja. Gue pulang naek bus mayasaribhakti.
Gue pulang ke rumah tante gue naik bus Mayasaribhakti, bus yang mempertemukan gue dan Sonya. Besoknya gue pulang ke Depok, naik kereta dari manggarai.
Sonya sempet gue bawa ke Depok pada hari Sabtu, dia minta gue buat kerumahnya Sabtu pagi, dan gue pun sms tante gue bahwa gue bakal datang kerumahnya nanti sore, gue pun berangkat ke rumah tante gue Jum’at sore setelah pulang sekolah. Kali ini gue ke Jakarta, ke tempat Tante gue naik Kereta dan turun di Manggarai dan lanjut naik Busway karena pada saat itu gue ngerasa lelah sekali, dengan naik busway gue merasa lebih nyaman dari pada naik bus MayasariBhakti. Sepanjang perjalanan itu gue Cuma Sms’an sama Sonya dan dengerin lagu dari HP yang gue sambung ke telinga gue menggunakan earphone. Gue sampai dirumah tante gue jam 18.25 setelah mandi dan makan, gue ke kamar dan telponan sama Sonya menanyakan kabar, sekolah, dan keluarga dia, setelah nelpon selama kurang lebih 2 jam, di telpon itu macem-macem yang kita omongin, bahkan dia sempet nyanyi lagu I’m With You dari Avril Lavigne, dan sebagai balasan gue juga nyanyi lagu Avril Lavigne dengan menggunakan gitar yang ada di rumah Tante gue, gue nyanyi lagu Avril Lavigne yang berjudul When You’re Gone, yaa kita mempunyai satu kesamaan lain, selain menyukai penulis yang sama, band yang sama, dan kita punya satu persamaan lain yaitu, sama-sama suka dan mengidolakan Avril Lavigne. tapi Sonya nanya ke gue, kenapa dia nyanyi lagu itu,

“kenapa kamu nyanyi lagu itu? Kamu galau? Aku ada salah yaa sama kamu? Maaf deh.” Tanya Sonya.
“ gak kok sayang, kamu gak salah, aku nyanyi lagu itu karena aku suka lagu itu, dan aku gak mau kehilangan kamu, karena kalo aku kehilangan kamu, aku bakal seperti lirik lagu itu, When You’re gone the pieces of my heart are missing you, when you’re gone, the face I came to know is missing to, when your gone the word I need to hear, the always get me trough the day, and make it okay. I miss you!!! Paham kan kamu?” Tanya gue, setelah ngasih penjelasan.
“ohh iyaa, aku paham kok, kamu tenang aja, aku bakal tetap disini dan akan menjadi milik kamu. Aku gak akan kemana-mana kok. Yaudah tidur yuk, besok kan kita mau nempuh perjalanan panjang ke Depok.
J
“wah iya bener juga kamu, yaudah tidur sekarang aja yuk, lagi juga udah malem tuh, liat udah jam 12.15 besok kesiangan lagi”
“yaudah byee my Prince Heart see you tomorrow. I very very Miss you!!”
“miss you to My Princes Heart, good night and nice dream yaa sayang”
“oke sayang, night too and nice dream, eh aku mau satu keinginan nih,”
“apa?”
“kita doa bareng yuk sebelum tidur, biar tenang dan bisa mimpi indah.”
“Oke deh aku setuju banget”

kami pun berdoa bersama.
“allahumaini ahyya wabismika ammut. Aamiin.”

“okeh, bye muach, Assalamualaikum”
“wallaikumsalam, muachh”
yaa kita memang dua remaja yang sedang dimabuk cinta, jadi harap maklum kalau kita berdua itu lebay.
J
Sabtu paginya jam 04.45 gue dibangunkan dengan suara HP yang berdering, dan ternyata itu Sonya, dia memang sering bangunin gue untuk mengingatkan untuk sholat subuh,

“iyaa hallo, assalamualaikum sayang, hoamzz” jawab gue dengan usaha menguap.
“wallaikumsalam, tuh kan kamu kebiasaan ditelpon dulu baru bangun, kalo aku gak telpon kamu gak bakal sholat subuh mungkin.”
“iyaa sayang maaf, aku capek banget soalnya dan pules banget tadi tidurnya”
“yaudah sholat sana”
“iyaa kamu juga sholat yaa”
“iyaa, assalammualikum”
“wallaikumsallam”
setelah solat subuh gue biasanya tidur kembali, Sonya memaklumi hal itu, karena dia juga kadang cuma bangun dan Cuma mengingatkan gue buat sholat subuh, padahal dia lagi halangan.
Gue terbangun di jam 06.40 dan ternyata Sonya udah sms gue berkali-kali untuk mengucapkan Selamat Pagi.

“gue bales selamat pagi juga bidadari cantik”
“ehhh udah bangun ya kebo piaraan aku, hehehe :p”
“iyaa ini baru bangun, banyak banget sms dari kamu”
“iyaa aku sengaja, kalo aku telpon nanti kamu keganggu lagi tidurnya. Sarapan dan mandi sana gih, bau pasti tuh jigong, ihh!”
“iyaa sayang ku yang bawel kaya kenek bus MayasariBhakti” ledek gue. “haahha, yaudah sarapan sana. Titip salam selamat pagi ya buat tante kamu dan om kamu.”
“iyaa, kamu udah sarapan dan mandi belom?”
“udah donk, aku mah udah dari abis subuh mandinya, udah sarapan juga tadi. emang kamu :p”
“yaudah aku sarapan dan mandi dulu yaa sayang :*”
“iyaa sayang :*”

setelah mandi dan sarapan, gue nelpon Sonya, tapi gak diangkat, yaudah gue memutuskan untuk nonton tv aja. Jam 08.00 sonya Nelpon gue

“hallo sayang, maaf tadi aku lagi nganter nyokap ke Pasar, hape aku tinggal di kamar. Lagi apa kamu?”
“ohh yaudah gapapa kok, lagi nonton tv aja nih. Kamu?”
“aku lagi istirahat aja nih, capek abis dari pasar”
“ohh yaudah istirahat aja, nanti kita ke Depoknya jam 10an aja yaa. Aku kerumah kamu jam setengah 10.”
“gak usah aku aja kerumah tante kamu, abis itu baru kita ke rumah aku buat pamit ke Depok”
“yaudah terserah kamu aja deh”
Jam 09.20 ternyata Sonya udah sampe di rumah tante gue, dia naik motor. Sonya gue suruh masuk dan gue ajak nonton tv, dan setelah gue kasih beberapa cemilan, dia memakannya dan menikmatinya. Jam 09.40 gue pergi dengan Sonya kerumahnya, buat pamit dan minta ijin sama keluarga Sonya, kalo Sonya bakal gue bawa ke Depok, dan ternyata keluarganya mengizinkan, asal gue jaga Sonya sebaik-baiknya.
Kita pun berangkat, disepanjang perjalanan banyak sekali canda tawa yang menghiasi, pelukan tangan sonya di pinggang gue gak pernah lepas, sampai di daerah Lenteng Agung, kita berhenti sejenak buat minum Es Kelapa. Sonya sangat cepat menghabiskan Es kelapa itu, gue pun juga begitu, setelah kira-kira 20 menit di tempat Es kelapa itu. Kita melanjutkan perjalan kembali yang kira-kira paling Cuma 40 menit lagi.
Akhirnya kita sampai di rumah gue, gue memperkenalkan Sonya ke orang tua gue. dan ternyata disambut positif. Gue seneng banget. Gue mengajak Sonya buat sholat Dzuhur dulu, karena jam menunjukan 13.15 kita belom sempet sholat sepanjang perjalanan tadi. Selesai sholat Sonya meminta untuk beristirahat sebentar, dan gue pun menyuruh dia istirahat di Kamar gue. gak berapa lama dia tidur, mungkin karena kecapekan dia tertidur sangat lelap.
Selama Sonya tidur gue mencari makanan kecil di toko depan. Pas gue balik lagi kerumah Sonya masih tidur, gue Cuma nonton tv cuplikan bola One Stop Football, dan akhirnya gue ketiduran juga. Gue tidur sekitar 2 jam dan pas gue bangun Sonya ada di kepala gue dengan mengelus-elus kepala gue, gue yang baru bangun langsung megang tangan sonya, sungguh itu pertama kalinya gue mendapat perlakuan seperti itu dari seorang yang special buat gue. Sonya bilang katanya dia laper, nyokap yang mendengar ucapan sonya itu langsung menyuruh sonya buat makan, karena udah ada lauk yang dimasak nyokap. Sonya gak mau makan kalo gak sama gue,

“aku gak mau makan kalo gak sama kamu, kamu kan juga belom makan kan?”
“yaudah iyaa” kita makan bersama sambil nonton film yang ada di tv.
Setelah makan, gue mengajak Sonya buat keliling kota Depok, dia pun mau, kita berkeliling ke Dipo kereta, katanya dia pertama kali liat dipo kereta,

“ini pertama kalinya loh aku liat dipo kereta”
“ih orang Jakarta norak yaa. Di Jakarta gak ada kan yang beginian?”
“hahaha iya gak ada, adanya busway sama dipo bus mayasaribhakti, hahha
J
kita berkeliling ke Kota Kembang, disana ramai sekali orang pacaran. Kita berhenti di pinggir jalan.

“ini pertama kalinya loh aku bawa pacar kedaerah sini, biasanya aku Cuma sama temen aku laki.”
“hahaha, iyaa yah banyak banget orang pacaran tuh, kasian kamu dulu jomblo jadi Cuma sama temen cowo. Sekarang yang temenin kamu itu aku, oiya aku itu siapa kamu sih?” ledek sonya.
 “kamu? Kamu itu siapa yah? Kamu itu orang aneh yang membuat aku nyaman dan memberikan kesejukan di hati aku, selama aku mengenal kamu.”
“hahaha, kamu itu RoCakBis yah”
“apaan tuh?”
“Romantis, Kocak Abis! Hahaha”
“ini pertama kalinya aku punya pacar kaya kamu.” Kat ague.
 “kaya aku gimana? Jeleknya?”
“bukan sayang.. kamu itu beda sama mantan aku yang lain, kamu itu bisa menhibur aku disaat aku sedih, bisa bikin aku ketawa disaat aku mau nangis. Tapi romantisnya gak bisa ditebak”
“oh gitu, aku juga pertama kali punya pacar kaya kamu.”
“kaya aku? Gimana maksudnya?”
“iyaa kamu itu blak-blakan, lepas pakem, ngeledek, dan anti mainstream. Aku suka banget cewe kaya gitu, beda sama yang lain.”
“bisa aja deh kamu, ini emang sifat aku kok.”
“iyaa yang kamu sebutin tadi juga sifat aku kok.”
“udah sore nih, pulang yuk.”
 “yuk”
 “aku nganter kamu abis maghrib aja ya”
“iyaa, abis sholat maghrib dan makan baru kamu anter aku pulang.”
“yaudah kalo gitu.”
Sampai dirumah, Sonya gue suruh mandi, dan ternyata dia bawa baju ganti. Sambil dia mandi, gue menyeduh kopi, pada saat itu orang tua gue lagi keluar entah kemana, adek gue lagi maen sama temannya. 15 menitan sonya mandi, akhirnya dia selesai juga.

“aku udah mandi nih, sekarang kamu mandi sana.” Sambil dia ngasih handuknya ke gue.
“bentar, kopi aku belom abis nih.”
“mandi dulu, tar selesai mandi baru lanjutin kopinya.”
“yaudah deh.”

Setelah gue mandi, ternyata kopi gue diabisin sama Sonya.

“loh kopi aku kok abis sih?”
“hahaa, aku yang minum, lagian kamu masih muda udah ngopi kaya hansip aja.” Ledek sonya.
“lah kamu juga, cewe cakep ngopi, kamu suka kopi juga emangnya?”
“enggak kok, aku tadi Cuma iseng aja buat ngerjain kamu.”
“kalo kamu mau bikin susu atau the bikin aja sana sendiri. Ada di lemari semua.”
“yaudah aku bikin teh aja deh.”
Kita berdua nonton tv sambil makan cemilan yang tadi siag gue beli saat sonya tidur. Tak terasa maghrib tiba, gue dan sonya sholat bersama di kamar. Setelah sholat, nyokap nyuruh kita buat makan. Kita makan bersama-sama. Pada saat makan Sonya di Tanya, kenal gue dari mana. Dia pun menjawab yang sebenernya.
“aku kenal fredy dari bus mayasaribhakti, waktu itu pas malem takbiran kalo gak salah. Pas fredy mau ke rumah sodaranya, kita ketemu di bus, waktu itu aku baru pulang sekolah.”
“oh gitu, yaudah makan dulu, tar kalo ngobrol mulu gak selesai-selesai. Kamu nanti nganterin Sonya kan pulang?” Tanya nyokap ke gue.
“iyaa, nanti abis makan” jawab gue.
setelah makan gue dan Sonya pamit sama orang tua gue, buat nganterin Sonya pulang. Diperjalanan pulang, sonya diam aja, dan ternyata dia tertidur. Gue pun melambatkan kecepatan motor. Sampai di daerah Cawang Sonya baru bangun.

“wah aku tadi ketiduran yah?”
“iyaa kamu tadi tidur, capek ya?”
“iya nih capek udah gitu kekenyangan jadi ngantuk eh ketiduran hehehe.”
“mau istirahat dulu gak? Beli minum gitu.”
“yaudah ayo.”
Kita pun mampir ke Alfamart, sonya beli 2 buah Mizone sama chiki ukuran besar.

“nih minum dulu, biar kamu lebih enak.” Sambil ngasih 1 botol mizone ke gue.
“langsung aja yuk, udah malem nih.”
“yaudah yuk”.
Akhirnya sampai juga dirumah Sonya, gue masuk dulu kerumah Sonya. Kita Cuma ngobrol-ngobrol di depan teras.

“yah kita bakal jauh-jauhan lagi deh, bakal LDR lagi, aku bakal ngerasa kesepian lagi

“iyaa, kita harus bisa lewatin ini semua, aku janji setelah lulus aku bakal pindah ke Jakarta.”
“janji yaa?”
“iya sayang.” Sambil gue cium kening Sonya. Waktu menunjukan pukul 21.10 gue pun pamit sama Sonya buat pulang kerumah Tante, dan besok balik ke Depok, karena seninnya gue bakal kembali sekolah lagi. Setelah pamit sama semua keluarga Sonya, Sonya mengantar gue kedepan rumahnya. Sonya sempet meneteskan air mata.
“kamu kenapa nangis?” sambil gue usap air matanya di pipi.
“gak apa-apa kok, aku Cuma sedih aja, dan gak masih gak bisa percaya kalo kita bakal jauh-jauhan lagi.”
“iyaa aku juga sebenernya berat buat ninggalin kamu dan menjauh dari kamu. Tapi kan ini udah menjadi resiko kita, aku percaya kamu bisa kok.
J” hibur gue. 
“iyaa sayang aku pasti bisa, jangan nakal yah di Depok.”
“iyaa sayang,kamu juga jangan nakal disini, jaga kesehatan, dan jangan lupa sholat.”
“yee ada juga kamu tuh yang sholat subuh harus di telpon dulu, baru bangun.”
“hehe yaudah jangan nangis dan sedih lagi yaa.”
“iyaa sayang,” gue kembali cium kening Sonya, Sonya pun cium pipi gue, kita berpelukan, dan denga sebuah ciuman, gue pergi menjauh dari rumah Sonya.
“bye my prince heart” sambil sonya melambaikan tangannya.
“bye my princess heart” gue juga melambaikan tangan.
Gue pulang naik bus MayasariBhakti, di bus mayasaribhakti ini, gue menemukan seorang perempuan yang begitu cocok dengan hati dan sangat pas dengan gue. Gue selalu bercerita dengan sonya lewat sms. Setelah itu hubungan kami berlanjut terus, sampai pada suatu hari kita berpisah karena satu hal, yang tak bisa dihindarkan, dimana keluarga Sonya harus pindah ke Malang mengikuti kakek Sonya yang mulai sakit, dan mereka semua telah menetap di sana. Hal itu bukan sebuah penghianatan.
Gue ikut mengantar keluarga Sonya sampai ke stasiun kereta, di sana terjadi perpisahan yang begitu mengharukan. Dan sangat menyesakkan bagi gue dan Sonya.
Sonya pada saat itu menelpon gue dan mengajak gue untuk ketemuan, dan mengajak gue nonton untuk malam minggu. Dia bilang,
“aku ingin banget ketemu kamu untuk malam minggu ini, aku mohon ada hal penting yang mau aku omongin.”
“iyaa nanti aku usahain sayang, emang mau ngomong apa sih?”
“nanti aku ngomong langsung aja gak enak kalo ngomong dari telpon atau sms.”
“yaudah deh, aku bakal usahain.”
“yaudah aku mohon ya sayang.”
“iya sayangku :*”
Malam minggu itu pun tiba, gue udah dirumah tante gue sejak siang tadi. Jam 18.45 Sonya sampai di rumah Tante gue, sesuai janjinya.
“haii sayang” Sonya memeluk gue sangat erat.
“haii juga sayang” gue menyambut pelukan Sonya.
“Langsung aja yuk, tar ketinggalan lagi filmnya.”
“yaudah yuk”
setelah pamit, kita berdua ke pusat perbelanjaan, dan membeli tiket bioskop, kita saat itu nonton film Perahu Kertas 2. Didalem bioskop sonya selalu memegang erat tangan gue.

“kamu kenapa sayang? Kok kaya gelisah gitu?”
“gak apa-apa kok”
“bohong kamu.”
“beneran, nanti aku certain abis nonton, pas makan yah”
“yaudah, kamu ceritain semua yaa.”
“iyaa”
Sonya menyender dipundak gue. setelah selesai nonton, Sonya mengajak gue buat makan, setelah mesen makanan kita nyari tempat duduk.

“kamu sebenernya mau ngomong apa sih? Aku penasaran deh.”
“jadi gini kata nyokap aku, kita semua sekeluarga bakal pindah ke Jogja, kakek aku udah sakit-sakitan, kita sekeluarga bakal pindah.”
“pindah?”
“iyaa.”
“terus kamu gak bakal balik ke Jakarta lagi donk?”
“iyaa sayang, maaf ya, tapi ini bukan keinginan aku, dan kita sekeluarga udah sepakat buat pindah, minggu depan.” Gue kaget banget, bingung mau ngomong apa.
“yaudah kalo itu udah jadi pilihan buat keluarga kamu. Semoga kamu bisa bahagia dan bisa lebih baik. Aku sungguh kaget dengan hal ini.”
“Iyaa sayang ini juga mendadak dikasih tau sama kakak, maaf yah, kamu jadi kaget gini.”
“iyaa, yaudah kita makan dulu yuk udah dari tadi makanan kita sampe.”
“yaudah.”

Beberapa kali Sonya nyuapin gue, gue juga sesekali nyuapin Sonya. Jam 09.40 gue anter sonya ke rumahnya. Setelah istirahat sejenak, dan ternyata gue juga dijelasin sama kakaknya Sonya bahwa keluarga Sonya bakal pindah ke Jogja.

“dek, kamu udah tau belom kalo kita semua bakal pindah ke Jogja?”
“iyaa kak, aku udah diceritain sama Sonya.”
“oh yaudah deh, kalo gitu, tadinya kakak mau jelasin semuanya, tapi Sonya kayaknya udah jelasin dan certain semuanya.”
“iyaa kak, tadi Sonya udah jelasin semuanya.” Sonya kembali nyamperin kita berdua yang lagi ngobrol.
“eh kakak lagi ngobrol yah? Yaudah lanjut aja.” Kata Sonya.
“gak kok, udah selesai tadinya kakak mau jelasin ke pacar kamu, kalo kita bakal pindah, tapi kamu udah certain semuanya, yaudah bagus deh kalo gitu”
“iya tadi aku udah jelasin semuanya”
“yaudah kakak ke kamar dulu deh. Lanjutin deh kalian berdua.”
“iyaudah deh kak.” Jawab Sonya.
“kamu gak apa-apa kan kau tinggal ke Jogja?”
“aku gak tau, aku bakal mencoba untuk kuat.” “iyaa kamu harus kuat, aku juga bakal ngejaga perasaan kamu kok. Aku yakin kita bisa lewati semua ini.”
“aku jadi inget lagu yang aku nyanyiin pas kita lagi telponan, lagu Avril Lavigne yang When You’re Gone.”
“iyaa kisah kita banget.”
“aku pulang yah, udah malem nih.”
“oh iyadeh. Bentar aku bilang ke orang tua ku dulu sama kakak aku”
“yaudah”
Sonya pun manggil keluarganya. Setelah gue pamit, gue pun juga mendoakan Kakek Sonya supaya bisa lekas sembuh.
“semoga kakek cepet sembuh yaa tante” kata gue.
“iyaa makasih yaa doanya”
“iya tante, pulang dulu yaa tante.”
“iya hati-hati yaa”
Sonya nganter gue sampe depan gerbang, dan kali ini Sonya bener-bener gak bisa tahan tangisannya dipelukan gue.
“sayang kamu harus kuat, kamu harus janji kamu harus kuat.” Kata ague.
“iya aku bakal coba kuat, kita baru sebulan menjalani masa-masa indah. Tapi kita harus bisa dituntut buat ngelewatin masalah ini.” Kata Sonya.
“iyaa sayang, aku juga gak percaya. Nanti aku harap kita gak hilang kontak yah.”
“iyaa sayang aku janji bakal ngabarin kamu setiap hari. Aku ditinggal kamu ke Depok aja udah sedih, dan ngerasa kesepian banget.”
“iyaa aku ngerti kok sayang, udah ya aku pulang, kamu jangan nangis terus, aku juga sedih jadinya.”
”iyaa, kamu pulang hati-hati yah.”
“iyaa sayang”
gue diberi ciuman di pipi gue, dan gue balas dengan ciuman gue di kening Sonya.
“I Love You So Much!!! My Prince Heart”
“Love You to My Princes Heart.”

Gue pulang dengan kehampaan. Sonya nelpon gue saat sampe dirumah tante gue. dia nangis dan tetep merasa gak bisa lebih jauh lagi dari gue.

“aku tetep gak bisa ngerasa kamu jauh sayang!. Aku benci suasana seperti ini,!”
“iyaa sayang aku juga ngerasa kaya gitu, tapi ini udah jadi takdir kita”
“iyaa, aku janji aku bakal kembali ke Jakarta untuk ketemu kamu. Suatu saat nanti.”
“iyaa aku percaya janji kamu kok. Yaudah kamu tidur sana, udah malem nih.”
“iyaa aku tidur dulu yaa sayangm doain aku supaya aku bisa lebih kuat. Dan hubungan kita tetap berlanjut”
“iyaa aku selalu doain hubungan kita supaya baik-baik aja.”
“oke deh, good night sayang, have nice dream”
“night too, Nice Dream too” 

telpon ditutup, dan gue mencoba untuk tidur. Sampai 1 jam lebih gue gak bisa tidur, sampai akhirnya gue gak ngerasa kalo gue ketiduran juga. Besokya gue pulang ke Depok, dan melanjutkan aktifitas seperti biasa walau dengan kegalauan gue, karena bakal di tinggal pacar gue.
Gue gak bisa nganter keluarga Sonya dikarenakan gue sedang menghadapi Ujian Akhir Semester, Cuma bisa nitip salam dan doa untuk keluarga Sonya.
Sungguh sangat menarik berawal dari bus yang penuh keringat, bau asem, tanpa AC. Kita berdua di pertemukan dan akhirnya menjalin sebuah hubungan special. Gue masih selalu berhubungan dengan Sonya, lewat sms, twitter, facebook, skype, sampai YM. Sampai saat gue menulis kisah ini, gue belum bisa menemukan pengganti Sonya. Sungguh orang yang sangat berharga dalam hidup gue. Cuma kata SOMFRED yang bisa gue ucapkan untuk meredam rindu gue kepada Sonya, SOMFRED adalah kata yang dia ucapkan ke gue lewat twitter. Yang artinya SOnya Menyayangi FREDy. Sampai saat ini dan gue tulis kisah ini, gue dan Sonya belum mengucapkan 1 kata PUTUS!! Sekalipun.

Bulan pertama kami menjalani LDR hubungan kami masih sangat baik, setiap hari masih tetap sms'an, seminggu pasti 2 kali telponan, tiap malem minggu kalau ada waktu dan fasilitas mendukung kami webcam'an. Namun bulan kedua hubungan gue dan Sonya, mulai merenggang kita seminggu cuma 3 kali sms'an, nelpon udah gak pernah, apa lagi webcam. dibulan kedua kita udah gak seperti bulan pertama, mulai banyak konflik dan perselisihan, masalah yang kecil malah menjadi besar dan menjadi sulit di selesaikan. pada bulan ketiga kita bener-bener lost contact, sampai pada tanggal 5 Maret gue memutuskan buat mengakhiri hubungan ini. karena kita udah gak sanggup menjalani LDR ini, LDR yang gue alami kali ini bukannya "Long Distance Relationship" tapi mala menjadi "Lu Doank Relationship" karena gue merasa dan gue juga Sonya juga merasakan, kalo kita ini tuh pacaran tapi merasa Jomblo. dihari itu seharian penuh gue sms Sonya, sesekali gue menelpon, tapi gak respon sama sekali dari Sonya gue menjadi khawatir sekaligus curiga. sampai pada malam harinya Sonya menelpon gue.

"halo, Assalamualikum."
"iya walaikum salam."
"sayang maaf banget yah aku udah gak kaya bulan kemaren gak kaya dulu lagi, soalnya aku sibuk banget."
"sibuk apa emang kamu?"
"banyak sekarang kesibukan aku, pertama aku sibuk beradaptasi dengan lingkungan disekitar aku, kaya dirumah, sekolah. kamu kenapa? dari tadi pagi sms aku sama nelpon aku terus, kangen yah?"
"ohh gitu, iyaa jujur aku kangen banget mau ketemu kamu."
"aku juga kok, oiya kamu sekarang lagi sibuk ngapain?"
"sibuk buat mengerti hubungan kita yang kaya gini."
"kaya gini gimana maksudnya?"
"aku capek hubungan kaya gini, menyiksa banget. aku yakin kamu juga capek kan?"
"yaa tapi kan ini udah jadi resiko kita, kenapa kamu jadi gini sih? udah punya yang baru yah?"
"gak kok, aku gak punya yang baru, malah aku merasa gak punya siapa-siapa. kamu jujur deh, kamu capek kan hubungan kayak gini? kita LDR bukan Long Distance Relationship, tapi malah jadi Lu doang Relationship, dalam status kita pacaran, tapi merasa jomblo. ini berat buat aku."
"iyaa sih aku juga sebenernya ngerasa kaya gitu. terus kamu mau kita gimana?"
"kayaknya aku gak punya pilihan lain, aku masih sayang dan cinta kamu tapi jarak menghalangi itu semua."
"iyaa sayang aku tau, jadi menurut kamu, kita sampai malam ini aja?"
"iyaa, kayaknya lebih baik begitu, dari pada terus dipaksakan yang ada malah lebih parah dan lebih rumit. tapi aku mau kita resmi putus pas jam 00.00"
"iyaa, aku rasa lebih baik gitu, kamu gak ucapin sesuatu ke aku?"
"aku cuma mau ucapin semoga kamu bisa menjadi lebih baik, dan mendapatkan yang lebih baik dari aku, dan lebih berguna dari pada aku. aku minta maaf kalo selama kita berhubungan pernah buat salah dan pernah bikin kamu kecewa."
"aku harap kamu juga seperti itu yah, seperti yang kamu ucapkan. kamu itu pacar aku yang jarang malah gak pernah bikin aku kecewa, andai jarak gak menghalangi kita, pasti kita bisa terus menjaga dan menjalin hubungan ini. kamu disana jaga diri, aku minta maaf juga kalo aku ada salah selama kita pacaran."
"iyaa, menurut aku kamu gak pernah salah kok. kamu tau gak hal apa yang sangat aku ingin lakuin sekarang?"
"gak tau, emang kamu mau ngapain?"
"aku mau meluk kamu dan cium kening kamu terakhir kalinya."
"iyaa aku ngerti kok, aku juga mau rasain itu. aku kangen suasana bus MayasariBhakti, disini gak ada bus itu. aku kangen gombalan kamu yang gak bisa ditebak. pokoknya aku kangen semuanya yang ada diri kamu, aku harap kamu jangan berubah ya. tetep jadi Fredy yang pernah aku pacarin. aku mau kamu mengingat semua yang pernah kita lakukan yah."
"iyaa aku bakal inget, oiya aku hampir lupa, aku sekarang lagi mencoba buat nulis-nulis gitu tentang cerita komedi-romantis. tapi yang jadi malah romantis doank, gak ada komedinya sama sekali, aku mau nulis semua kisah cinta kita. besok pagi kamu liat di blog aku yah."
"ahh kamu, so sweet banget. tapi nama aku di samarin aja yah, jangan pake nama asli. aku malu. hehehe."
"yaudah gampang itu, aoa sih yang nggak buat kamu. hehehe."
"udah dulu yah, disini hujan terus aku sekarang lagi diluar dingin banget. ada yang mau kamu sampein gak buat aku?"
"aku cuma mau kamu jaga diri jangan sampe salah pergaulan. oiya tadi kakak aku nitip salam buat kamu. katanya kalo kita bertiga ketemu dan kumpul bareng lagi, dia janji bakal ngajak jalan kita dan teraktir kita."
"hahaha, yaudah salam balik yah, aku juga kangen keramahan keluarga kamu. kamu juga jangan cuma ngasih saran ke aku tapi kamunya gak ngelakuin apa yang kamu saranin ke orang."
"iyaa sayang ku, miss you prince heart."
"yaudah, aku juga mau masuk nih dingin banget diluar."
"yaudah, i will so very very miss you." terdengar suara tangisan dari Sonya.
"aku juga kangen kamu, kamu nangis ya? jangan nangis donk aku gak mau kamu sedih."
"iya aku gak nangis kok. kayaknya aku bakal sering dengerin lagu When You're Gone. yaudah ya sayang, aku tidur dulu yah, besok masuk pagi."
"yaudah, good night my princess heart."
"night to prince heart."

sejak malam itu menunjukan pukul 00.00 gue dan Sonya resmi putus dan sesuai janji gue ke dia, bahwa kisah cinta gue dan Sonya bakal gue tulis di blog gue, dan inilah hasilnya. 
Gue belajar dari kisah ini seharusnya semua orang harus memiliki sifat Egois agar orang itu tidak mudah kehilangan sesuatu yang berharga, dan yang dicintainya. Wish You Were Here........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar